Jumat, 16 Desember 2011

Teotihuacan

Teotihuacan merupakan reruntuhan sebuah kota terbesar di Benua Amerika yang dulunya berkembang pesat di Meksiko. Setelah kota ini hancur, suku Aztec menamainya Teotihuacan yang berarti 'tempat para dewa'. Siapa yang membangun dan kenapa kota ini dihancurkan, hal itu masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Reruntuhan ini juga merupakan situs arkeologi besar yang melingkupi beberapa struktur piramida dan didirikan pada zaman pra-Colombus. Selain terdapat banyak bangunan piramida, Teotihuacan juga dahulu merupakan kompleks permukiman besar. Di Teotihuacan juga ditemukan makam dengan lukisan-lukisan yang indah.

Menurut lagenda orang Aztec, di sinilah para dewa berkumpul untuk merancang penciptaan kehidupan. Nama 'Teotihuacan' juga digunakan untuk merujuk kepada kerajaan yang menguasai wilayah lembah ini, yang pada pada masa keemasannya mencakup sebagian besar Mesoamerika.

Pembangunan kota Teotihuacan bermula sekitar 300 SM, dan mencapai masa keemasannya sekitar tahun 300-600 M. Pada mulanya, Teotihuacan mencakup 13 km² dan diperkirakan mempunyai penduduk melebihi 150.000 jiwa, kemungkinan hingga mencapai 200.000 jiwa. Bukti arkeologi menunjukkan bandar Teotihuacan terdiri dari penduduk asli yang berasal dari seeluruh bagian Mesoamerica, seperti Mixtec, Zapotec, dan Maya. Rakyat Teotihuacan menjalin hubungan dagang dengan beberapa daerah lain di Mesoamerika, seperti perdagangan obsidian.
 
Pusat permukiman Teotihuacan dilengkapi dengan bangunan keagamaan penting, seperti Piramida Matahari dan Piramida Bulan, Kuil Quetzalcoatl, kuil-kuil kecil dan istana-istana.  Tak ada teks tertulis dari Teotihuacan yang tersisa, tetapi penyebutan Teotihuacan dapat diketahui dari teks di situs Maya, yang menunjukkan pemimpin Teotihuacan mengembara dan menundukan penguasa setempat sampai sejauh Honduras. Dari inskrpsi hieroglif Maya, disebutkan Burung Hantu Pelempar Lembing, kemungkinannya merupakan Maharaja Teotihuacan, yang memerintah lebih dari 60 tahun dan meletakkan saudaranya sebagai raja kerajaan Tikal dan Uaxactun di Guatemala.

Pada tahun 650 Teotihuacan mengalamai kemunduran. Teotihuacan lalu mengalami serbuan dari bangsa Toltec, sekitar tahun 750. Penelitian mengenai reruntuhan situs besar masih berlangsung. Reruntuhan Teotihuacan merupakan tempat permukiman manusia pada zaman Aztec; ia mempesonakan Conquistador yang melaluinya; dan ia merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan yang mengunjungi Mexico semenjak abad ke-19. 

Penggalian arkeologi kecil-kecilan telah dilakukan sejak abad ke 19, dan pada 1905 proyek penggalian besar-besaran dan pemugaran telah dilakukan di bawah pengawasan pakar arkeologi Leopoldo Batres. Piramida Matahari diperbaiki dalam rangka menyambut kemerdekaan Mexico tahun 1910 yang ke seratus tahun. Teotihuacan terkenal sebagai tujuan wisata. Sekarang situs ini mempunyai museum, dan penggalian arkeologi di situs tersebut masih dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar